Spesies Reptil Langka Ditemukan di Daratan Selandia Baru



Satu spesies reptil langka yang bergaris keturunan pada zaman dinosaurus ditemukan di hutan belantara daratan Selandia Baru

untuk pertama kalinya dalam kurun waktu sekitar 200 tahun, demikian dikatakan seorang petugas urusan satwa liar, Kamis (19/3).

Anak tuatara itu ditemukan oleh staf saat melakukan tugas pembersihan rutin di Cagar Alam Karori di ibukota, Wellintong, kata manejer cagar alam Raewyn Empson.

“Kami semua sangat kagum dengan penemuan ini, lanjut Empson. “Itu berarti kami berhasil menyatukan kembali populasi pengembangbiakan di daratan itu, yang menjadi penerobosan besar bagi cagar alam Selandia Baru.”

Tuatara adalah keturunan spesies reptil mirip kadal terakhir yang hidup di bumi bersama dinosaurus 225 juta tahun silam, kata pakar zoologi.

Ada sekitar 50.000 dari spesies itu yang hidup di hutan rimba pada 23 pulau lepas pantai yang bebas dari predator, tapi ini untuk pertama kalinya spesies itu ditemukan di daratan tersebut dalam kurun waktu 200 tahun.

Hewan-hewan asli Selandia Baru hampir punah di tiga pulau utama negara itu menjelang akhir tahun 1700-an karena adanya predator seperti tikus.

Empson mengatakan spesies itu diperkirakan berusia sebulan dan kemungkinan berasal dari penetasan telur sekitar 16 bulan lalu. Dua sarang telur -- sebesar bola pingpong -- digali di cagar alam itu tahun lalu dan tuatara diperkirakan menetas sekitar musim ini.

“Dia mungkin satu-satunya anak yang menetas musim ini, tapi hewan itu berukuran kecil,” lanjutnya.

Perjalanan anak hewan langka itu mencapai dewasa sangat pelik kendati berada di cagar alam seluas 250 hektare dan dilindungi oleh pagar anti predator.

“Hewan itu sudah lama punah di daratan itu,” kata Lindsay Hazley, kurator tuatara di Galeri Seni dan Museum Southland pada South Island.

Sekitar 200 tuatara sudah dilepaskan ke cagar alam Karori sejak tahun 2005, yang dibangun untuk membudidayakan burung-burung asli, serangga dan makhluk-makhluk lainnya.